PETA ELEKTORAL JELANG PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI LOMBOK BARAT 2024

PETA ELEKTORAL JELANG PEMILIHAN

BUPATI DAN WAKIL BUPATI LOMBOK BARAT 2024

JAKARTA, 23 November 2024

Rilis ini menyajikan hasil survei Kabupaten Lombok Barat tentang preferensi politik masyarakat menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Barat. Survei ini dilakukan oleh Pusat Polling Indonesia (PUSPOLL). Puspoll Indonesia adalah Lembaga survei tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI).

Survei Pussat Polling Indonesia (PUSPOLL) di Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan pada 12 – 16 November 2024. Hasil survei dapat memberi gambaran tentang peta electoral Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Bulan November ini. Survei dilakukan dengan wawancara tatap  muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview). Jumlah sampel sebanyak 600 responden yang tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Barat. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of  error  ± (4%)  pada tingkat kepercayaan 95%. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Dalam survei ini, Puspoll Indonesia menemukan beberapa temuan menarik yaitu:

  1. Tingkat pengetahuan masyrakat terhadap PILKADA Serentak 27 November di Kabupaten Lombok Barat sudah cukup tinggi, 81,5% responden mengaku sudah mengetahui tentang pelaksanaan PILKADA serentak. Sedangkan itu 92,5% responden mengaku akan ikut mencoblos atau memilih pada PILKADA serentak 27 November 2024 di Kabupaten Lombok Barat.
  2. Pada Tingkat popularitas dan akseptabilitas calon Bupati Lombok Barat Sumiatun menempati posisi pertama dengan popularitas mencapai 68% dan akseptabilitas 63,8%. Kemudian Naufar Furqony Farinduan dengan popularitas 65% dan akseptabilitas 60,7%. Lalu nomer tiga ada Nurhidayah dengan popularitas 60,3% dan akseptabilitas 56%. Kemudian ada Lalu Ahmad Zaini dengan Popularitas 58,2% dan akseptabilitas 54%.
  3. Untuk Elektabilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat 2024. Pasangan Sumiatun Ibnu salim menempati urutan pertama dengan 31,8%. Diurutan kedua Pasangan Naufar Furqony Farindua – Khairatun dengan 26,8%. Lalu nomer tiga ada pasangan Nurhidayah – Imam Kafali dengan 17,2 %. Kemudian urutan keempat pasangan Lalu Ahmad Zaini – Nurul Adha dengan 11,8%. Sedangkan 12,3% responden menjawab tidak tahu tidak jawab
  4. Pasangan Sumiatun – Ibnu Salim memiliki pemilih loyal (Strong Voters) tertinggi dibandingkan Pasangan dengan 71,5%, kemudian pasangan Naufar Furqony Farinduan– Khairatun dengan 50,5%. Pasangan Nurhidayah – Imam Kafali 47,2%, dan pasangan Lalu Ahmad Zaini – Nurul Adha 42,6%.
  5. Dalam hal kemantapan pilihan 54,8% responden mengaku sudah mantap akan pilihannya. Sedangkan 26,3% mengaku masih mungkin berubah.

 

 

TERIMA KASIH

Peneliti Utama Puspoll Indonesia

 Luqmanul Hakim

  

Narahubung

Didik Hartawan (Koordinator Wilayah NTB)

+62 819-9969-7788

PETA ELEKTORAL JELANG PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI LOMBOK TIMUR 2024

PETA ELEKTORAL JELANG PEMILIHAN

BUPATI DAN WAKIL BUPATI LOMBOK TIMUR 2024

JAKARTA, 22 November 2024

Rilis ini menyajikan hasil survei Kabupaten Lombok Timur tentang preferensi politik masyarakat menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur. Survei ini dilakukan oleh Pusat Polling Indonesia (PUSPOLL). Puspoll Indonesia adalah Lembaga survei yang tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI).

Survei Pussat Polling Indonesia (PUSPOLL) di Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan pada 04 – 09 November 2024. Hasil survei dapat memberi gambaran tentang peta electoral Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur di Bulan November ini. Survei dilakukan dengan wawancara tatap  muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview). Jumlah sampel sebanyak 500 responden yang tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of  error  ± (4,3%)  pada tingkat kepercayaan 95%. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Dalam survei ini, Puspoll Indonesia menemukan beberapa temuan menarik yaitu:

  1. Tingkat pengetahuan masyrakat terhadap PILKADA Serentak 27 November di Kabupaten Lombok Timur sudah cukup tinggi, 81% responden mengaku sudah mengetahui tentang pelaksanaan PILKADA serentak. Sedangkan itu 92,6% responden mengaku akan ikut mencoblos atau memilih pada PILKADA serentak 27 November 2024 di Kabupaten Lombok Timur
  2. Pada Tingkat popularitas dan akseptabilitas calon Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menempati posisi pertama dengan popularitas mencapai 66,6% dan akseptabilitas 63,8%. Kemudian M Syamsu Lutfi dengan popularitas 65,4% dan akseptabilitas 60,2%. Lalu nomer tiga ada H Rumaksi dengan popularitas 64% dan akseptabilitas 61%. Kemudian ada Achmad Sukismas Azmi dengan Popularitas 57,4% dan akseptabilitas 52,6%. Lalu Suryadi Jaya Purnama 40,8% dan Akseptabilitas 40,6. Kemudian yag terakhir adalah Tanwirul Anhar dengan popularitas 34,8% dan Akseptabilitas 34,2%.
  3. Untuk Elektabilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur 2024. Pasangan Haerul Warisin – M Edwin Hadiwijaya menempati urutan pertama dengan 31,2%. Diurutan kedua Pasangan M syamsul Lutfi – Abdul Wahid dengan 20%. Lalu nomer tiga ada pasangan H Rumaksi – Achmad Sukisman Azmi dengan 15,5 %. Kemudian urutan keempat pasangan Suryadi Jaya Permana – Lalu Gede Muhammad Khairul Fathin dengan 6,4%. Kemudian pasangan Tanwirul Anhar – Daeng Palori 5,6%. Sedangkan responden menjawab tidak tahu tidak jawab 21,6%.
  4. Pasangan Haerul Warisin – M Edwin Hadiwijaya memiliki pemilih loyal (strong voters) tertinggi diantara pasangan lain dengan 71,6% mantap memilih pasangan tersebut. Diurutan kedua Pasangan H Rumaksi – Achmad Sukisman Azmi dengan 64,5 %. Kemudian pasangan Tanwirul Anhar – Daeng Palori 60,7%. Kemudian urutan keempat pasangan Suryadi Jaya Permana – Lalu Gede Muhammad Khairul Fathin dengan 56,3%. Kemudian M syamsul Lutfi – Abdul Wahid dengan 54%
  5. Dalam hal kemantapan pilihan 59,8% responden mengaku sudah mantap akan pilihannya. Sedangkan 27,6% mengaku masih mungkin berubah.

TERIMA KASIH

Peneliti Utama Puspoll Indonesia

  Luqmanul Hakim

 

 

Narahubung

Didik Hartawan (Koordinator Wilayah NTB)

+62 819-9969-7788

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Muslimin Tanja saat jumpa pers via Zoom di Jakarta, Selasa (2/1)

Puspoll Indonesia paparkan peta elektoral Pilpres 2024

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Survei Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei terbarunya periode Desember 2023 terkait peta elektoral Pilpres 2024 yang diprediksi akan berlangsung dua putaran.

Pasalnya dari hasil tersebut, pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati posisi teratas yakni sebesar 41,0 persen.

Sedangkan di urutan kedua ditempati paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebesar 27,6 persen yang ditempel ketat paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dengan perolehan 26,1 persen.

“Elektabilitas Prabowo-Gibran yang hanya 41 persen, hampir bisa dipastikan Pilpres 2024 akan berlangsung dua putaran. Pertarungan sengit akan terjadi antara paslon nomor 1 dan nomor 3 untuk maju ke putaran kedua,” kata Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Muslimin Tanja saat jumpa pers via zoom, Jakarta, Selasa.

Muslimin menjelaskan, berdasarkan hasil crosstab suara paslon berdasarkan wilayah Jawa yang menjadi wilayah pertempuran utama, di Jawa Barat Paslon Prabowo-Gibran menempati urutan pertama, lalu disusul oleh Paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud.

Sementara itu, pasangan Ganjar-Mahfud yang menguasai daerah Jateng & DIY yang merupakan basis PDI-P, lalu disusul oleh Paslon Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin.

“Sedangkan di Jawa Timur yang merupakan mayoritas Nahdiyin atau NU, Prabowo-Gibran masih unggul berada di urutan pertama, lalu diikuti oleh paslon Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin,” pungkasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada hari Senin, 13 November 2023, menetapkan tiga bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Hasil pengundian dan penetapan nomor urut peserta Pilpres 2024 pada hari Selasa, 14 November 2023, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.

 

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban

https://www.antaranews.com/berita/3896772/puspoll-indonesia-paparkan-peta-elektoral-pilpres-2024

Survei Puspoll: 68,1 Persen Responden Anggap Buat E-KTP di Dukcapil Mudah”

JAKARTA, KOMPAS.com – Tak kurang dari 68,1 persen responden yang disurvei Puspoll Indonesia, menilai, pembuatan atau pembaharuan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terbilang mudah. Hal itu diketahui berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.600 responden di seluruh Indonesia pada 16-23 Agustus 2021.

“Ada 11,8 persen yang mengatakan sangat mudah, kemudian 68,1 persen mengatakan mudah,” kata Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Muslimin Tanja dalam acara Pemaparan Hasil Survei Pelayanan Kependudukan di Daerah, Kamis (7/10/2021).

Sementara itu, 12,8 persen responden menyatakan pembuatan dan pembaharuan e-KTP susah dan 1,6 persen mengatakan sangat susah. Sedangkan 5,7 persen masyarakat atau responden tidak bisa atau tidak menjawab pertanyaan dari surveyor.

“Jadi kalau kita lihat dari keseluruhan adalah ini kita simpulkan sebenarnya masyarakat dalam penilaiannya menilai bahwa saat ini cukup mudah ya,” ujarnya.

“Atau mudah sangat mudah sampai 80 persen yang mengatakan sangat mudah dan mudah,” ucap dia.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Metode penarikan sampel multistage random sampling dengan memperhatikan urban/rural dan proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Tingkat kesalahan pada survei atau margin of error sebesar 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Puspoll adalah lembaga survei yang didirikan oleh pengamat politik Muslimin Tanja yang pernah menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Charta Politika selama kurang lebih 10 tahun.

Puspoll adalah lembaga survei yang menyediakan jasa survei bagi semua pihak seperti pemerintah, pemerintah daerah tingkat I (gubernur), pemerintah daerah tingkat II (bupati/walikota). Kemudian Partai Politik, calon-calon eksekutif (Pilpres, Pilgub dan Pilbup) dan legislatif (DPRD dan DPR RI) hingga perusahaan-perusahaan swasta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Survei Puspoll: 68,1 Persen Responden Anggap Buat E-KTP di Dukcapil Mudah”

Survei Puspoll Indonesia: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Disusul Anies dan Ganjar

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapatkan elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres) berdasarkan survei Puspoll Indonesia.

Dari beberapa simulasi yang menyodorkan nama capres pada survei tersebut, nama Prabowo Subianto selalu menempati urutan tertinggi. Dari simulasi 22 nama, Prabowo Subianto mendapatkan angka 20,9 persen yang merupakan urutan pertama.

“Jadi dari 22 nama yang kami uji, elektabilitas tertinggi ada di nama Pak Prabowo Subianto 20,9 persen yang mengatakan akan memilih Prabowo jika pemilihan presiden digelar masa survei digelar 20-29 April 2021,” kata Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Muslimin Tanja.

Kemudian, nama Anies Baswedan menempati urutan kedua dengan nilai 15,4 persem, Ganjar Pranowo sebanyak 13,8 persen, Sandiaga Uno sebanyak 7,1 persen, Ridwan Kamil dan Agus Harimurti Yudhoyono masing-masing 4,9 persen. Dalam simulasi 11 nama, nama Prabowo Subianto juga masih ada di urutan pertama dengan 23,2 persen.

Disusul kemudian oleh Anies Baswedan sebanyak 16,8 persen, Ganjar Pranowo 16,3 persen, Ridwan Kamil 8,1 persen, dan Sandiaga Uno 7,7 persen. Begitu pun dalam simulasi 8 nama, Prabowo Subianto mendapat 23,3 persen, Anies Baswedan 18,4 persen, Ganjar Pranowo 16,6 persen, dan Ridwan Kamil 8,6 persen. Sementara dari simulasi 4 nama, Prabowo Subianto mendapat 25,3 persen, Anies Baswedan 22,9 perse, Ganjar Pranowo 19,2 persen, dan Ridwan Kamil 11,9 persen.

Adapun simulasi 3 nama, Prabowo mendapatkan 27,6 persen, Anies Baswedan 25,5 persen, dan Ganjar Pranowo 22,0 persen.

“Dari simulasi 3 nama, ada kecenderungan Pak Prabowo relatif lebih stagnan atau lebih sedikit mendapat tiupan suara dari nama-nama tokoh yang diuji tadi, tapi tiupan suara ke Anies Baswedan dan Ganjar,” kata dia.

Pengumpulan data survei Puspoll Indonesia dilakukan sejak 20-29 April 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur di 34 provinsi. Sampel survei dipilih secara acak dengan meyode penarikan sampel acak bertingkat dengan jumlah sampel sebanyak 1.600 responden dan margin of error 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Kompas.com)

Survei Puspoll Indonesia: Elektabilitas PDI-P 22,3 Persen, Gerindra 13,4 persen

JAKARTA, KOMPAS.com – Survei Puspoll Indonesia menunjukkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) meraih elektabilitas sebesar 22,3 persen. Kemudian Partai Gerindra di posisi kedua dengan 13,4 persen.

Selain itu, PKB 9,2 persen, Golkar 8,4 persen, PKS 7,4 persen, Demokrat 5,3 persen, Nasdem 4,3 persen, PPP 2,8 persen, dan PAN 1,8 persen. Selain itu, PDI-P juga dipilih oleh 19,2 persen responden sebagai partai yang dianggap paling peduli rakyat.

“Hasilnya memang tidak jauh berbeda dengan elektabilitas,” Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Muslimin Tanja, saat merilis hasil survei, Minggu (23/5/2021).

Selain itu, Muslimin menuturkan, PDI-P mendapatkan suara tertinggi sebagai partai paling bersih, yakni 15,7 persen. Dalam kategori tersebut, Gerindra berada di posisi kedua dengan 10 persen, PKS 7,8 persen, PKB 7,6 persen, Golkar 6,4 persen, Demokrat 4,6 persen, dan Nasdem 3,8 persen. Dalam kategori partai yang paling mewakili generasi muda, PDI-P dipilih oleh 17,1 persen responden, Gerindra 9,9 persen, PKB 7,0 persen, Golkar 6,6 persen, PKS 6,4 persen, Demokrat 6,1 persen dan Nasdem 4,5 persen.

Adapun kategori partai yang paling berpihak terhadap Islam, PKB mendapatkan suara tertinggi yakni 17,6 persen.  Selanjutnya disusul oleh PKS 15,8 persen, Gerindra 8,9 persen, PPP 7,4 persen, PDI-P 6,4 persen, Golkar 3,7 persen, dan Demokrat 2,4 persen.

Adapun pengumpulan data survei Puspoll Indonesia dilakukan pada 20 hingga 29 April 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur di 34 provinsi. Sampel survei dipilih secara acak dengan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan jumlah sampel sebanyak 1.600 responden dan margin of error 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(Kompas.com)

Ini Capres 2024 Paling Moncer Versi Survei Puspoll Indonesia

Lembaga Puspoll Indonesia baru saja merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden (capres) 2024. Dalam survei disebutkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masuk dalam urutan teratas, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dikutip dari website resmi Puspoll Indonesia, survei dilakukan pada 20-29 April 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Total sampel 1.600 responden, margin of error 2,45 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat, dengan memperhatikan urban/rural dan proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Berikut hasil survei Puspoll Indonesia yang telah dirangkum detikcom, Selasa (25/5).

Survei Elektabilitas Capres 2024

Menurut survei Puspoll Indonesia, ada 22 nama tokoh yang masuk. Prabowo Subianto berada di tingkat teratas dengan suara 20,9 persen. Kemudian disusul Gubernur DKI Anies Baswedan 15,4 persen dan Ganjar Pranowo 13,8 persen.

Selanjutnya ada Sandiaga Uno 7,1 persen, Ridwan Kamil 4,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, Tri Rismaharini 2,6 persen, dan Muhaimin Iskandar 2,6 persen.

Disusul Gatot Nurmantyo 2,1 persen, Mahfud Md 1,8 persen, Khofifah Indar Parawansa 1,3 persen, Megawati Soekarnoputri 1,2 persen, Erick Thohir 1,2 persen, Susi Pudjiastuti 1,2 persen, Airlangga Hartarto 1,0 persen, Surya Paloh 0,9 persen, Suharso Monoarfa 0,8 persen, Puan Maharani 0,5 persen, Sri Mulyani Indrawati 0,4 persen, Moeldoko 0,3 persen, Tito Karnavian 0,2 persen, Anis Matta 0,1 persen, dan tidak tahu 14,9 persen.

Posisi Ganjar Pranowo dalam survei Puspoll Indonesia mengalahkan Puan Maharani hingga memicu memanasnya lingkup internal PDIP. Terlebih Puan tidak mengundang Ganjar saat memberikan arahan untuk Pemilu 2024 di kantor DPD PDIP Jawa Tengah Sabtu (22/5).

Hampir seluruh kader di wilayah Jawa Tengah, baik eksekutif, legislatif, maupun struktur partai, diundang dalam acara tersebut. Namun hanya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tak diundang.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto angkat suara soal tidak diundangnya sang Gubernur.

“Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (sudah kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar),” tegas Bambang usai acara, Sabtu (23/5/2021) malam.

Bambang juga menjelaskan elektabilitas bukan penentu bakal terpilih menjadi capres atau tidak. Ia menegaskan kader partai wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum.

Selain survei Puspoll Indonesia, survei yang digelar sejumlah lembaga juga beberapa kali memunculkan sosok Ganjar dan Puan. Dalam sejumlah survei capres 2024, nama Ganjar unggul atas Puan Maharani. (Detik.com)

Survei: 49,9 Persen Responden Tidak Setuju Mudik Dilarang

VIVA – Lembaga survei Puspoll Indonesia menggelar survei nasional pada April 2021. Salah satu yang mereka sorot adalah soal tanggapan masyarakat mengenai kebijakan pelarangan mudik dari pemerintah.

Hasilnya adalah sebanyak 49,9 persen responden menyatakan tidak setuju. Kemudian 42,1 persen setuju, dan tidak tahu atau tidak menjawab 8 persen.

“Setengah responden (49,9 persen) yang tidak setuju dengan kebijakan pelarangan mudik lebaran,” kata Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Muslimin Tanja, dalam rilis hasil survei bertajuk “Pandemi, Mudik dan Distribusi Ekonomi”, Jumat, 7 Mei 2021.

Meskipun demikian, tetap ada yang memilih untuk tidak mudik yaitu sebanyak 40 persen. Lalu tidak mudik dengan alasan tidak mempunyai kampung halaman sebagai tujuan sebanyak 28,1 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab 11,7 persen.

“Sebanyak 20,3 persen responden menjawab tetap akan mudik walaupun ada larangan dari pemerintah,” kata Muslimin lagi.

Selain soal mudik, survei juga menyoroti mengenai tingkat kepuasan responden terhadap pemerintah pusat, ekonomi, penanganan pandemi COVID-19, dan program vaksinasi.

Hasilnya, sebanyak 71,4 persen responden menyatakan puas terhadap pemerintahan Jokowi-Amin. Kemudian, mayoritas masyarakat, 65,3 persen, optimis bahwa akan ada perbaikan ekonomi dalam satu tahun yang akan datang.

Lalu sebanyak 66,5 persen responden mengatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Amin dalam penanganan masalah pandemic corona, sementara 30,6 persen yang mengatakan tidak puas.

Selanjutnya, mayoritas masyarakat, 55,2 persen, percaya bahwa vaksin dapat mencegah tertular dari virus corona. Namun, masih ada 29,3 persen responden yang menjawab bahwa tidak percaya vaksin mampu mencegah orang tertular dari virus corona.

Lalu mayoritas masyarakat bersedia divaksin secara gratis. Namun, masih ada sekitar 35,6 persen yang tidak bersedia untuk divaksin.

Dalam survei ini, sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Jumlah sampel sebanyak 1.600 responden, margin of error +/-2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 21-30 April 2021 melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview). Sumber  Viva

Survei: 20,3 Persen Masyarakat Nekat Mudik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hasil survei Lembaga Pusat Polling (Puspoll) Indonesia mendapati bahwa masih ada sebagian masyarakat yang nekat mudik lebaran. Hal itu tetap mereka lakukan meskipun sudah ada larangan mudik lebaran dari pemerintah menyusul pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini.

“Sebanyak 20,3 persen tetap akan mudik walaupun ada larangan,” kata Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Muslimin Tanja dalam rilis survei, Jumat (7/5).

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.600 responden dengan margin error 2,45 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Secara metodologi, Puspoll mengambil sampel di seluruh provinsi secara proporsional. Artinya, semakin banyak penduduk dalam satu provinsi maka respondennya semakin banyak.

Survei menangkap 40 persen publik tidak akan pulang kampung pada tahun ini. Sedangkan 28,1 persen responden tidak akan mudik karena tak memiliki kampung halaman dan 11,7 persen memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Survei juga mendapati bahwa mayoritas masyarakat tidak setuju dengan adanya aturan pelarangan mudik. Sebesar 49,9 persen masyarakat tidak setuju dengan aturan pelarangan mudik tersebut. Sedangkan 42,1 persen publik mendukung kebijakan pelarangan mudik yang dilakukan pemerintah.

Muslimin mengatakan bahwa sari peta sebaran survei, angka jawaban tidak setuju terhadap larangan mudik berada di Kalimantan, Maluku, Papua dan Jawa Timur. Sementara itu, daerah yang paling banyak menjawab paling setuju terhadap kebijakan pemerintah tersebut seperti Bali, NTT, NTB dan Jawa Barat

Dia melanjutkan, sedangkan dari sisi usia menunjukan semakin muda umur responden maka semakin tinggi penolakannya terhadap larangan mudik. Dia mengatakan, usia tua sekitar 41 ke atas rata-rata mereka jauh lebih setuju pelarangan mudik lebaran.

“Dari sisi usia, menunjukkan semakin muda usia responden semakin tidak setuju dengan kebijakan larangan mudik,” katanya. Sumber Republika